Dalam system tata surya kita, pada galaksi bima
sakti, planet-planet mengitari matahari yang merupakan pusat tata surya.
Begitupun dengan bumi, dalam satu
kali putaran, bumi menghabiskan waktu
selama 365 hari atau 366 hari (disebut tahun kabisat).
Selain berputar mengelilingi matahari, bumi
juga berputar pada porosnya, dalam istilah sains adalah berotasi pada porosnya.
Bumi menghabiskan waktu 24 jam, atau satu hari untuk satukali berotasi. Rotasi
bumi adalah berlawanan arah jarum jam, yakni dari barat ketimur. Karena itulah
prespektif mata kita melihat kalau matahari terbit dari timur, padahal
sebenarnya mataharinya diam, buminya yang berputar. Dan juga, Karena rotasi
bumi inilah terjadinya pergantian waktu antara siang dan malam. Terjadinya
perbedaan waktu antar daerah, dan juga bergantinya posisi bintang.
Bagaimana jika bumi tidak berotasi? Apa yang
akan terjadi? Tentu saja tiga hala diatas tidak akan terjadi.
PERTAMA
Tidak bergantinya waktu
siang dan malam, pada daerah tertentu waktunya selalu malam, dan pada sisi
lainnya waktunya selalu siang. Lalu bumi akan terbagi menjadi dua bagian, sisi
gelap dan sisi terang. Karena pada sisi gelap tidak pernah tersinari matahari,
maka orang-orang disanapun menjemur pakaiannya dengan ditaruh di atas perapian,
dan membuat bau bajunya tidak enak, karena itu semua warga sisi gelap bumi
berencana untuk menjajah warga sisi terang, agar bisa merasakan teriknya
matahari. Sedangkan disisi terang,
warganya kesulitan untuk istirahat malam, (bagaimana bisa ada istilah istirahat
malam?) lalu warga sisi terang berencana untuk menjajah warga sisi gelap. Au ah
gelaaap.
Kita
tidak bisa menikmati sunrise dan sunset, ya karena bumi tidak berotasi
bagaimana bisa ada sunrise dan sunset.
Melihat hal ini kemudian elit global menciptakan sunrise dan sunset buatan
yang bisa dilihat di pantai dan digunung, dan mematok harga 100 dolar,
orang-orang yang tidak punya uang banyak membeci elitglobal karena mematok
harga terlalu tinggi, dari situlah nanti muncul artikel artikel konspirasi elit
global.
Rasi
bintang posisinya selalu sama (bagi sisi gelap, sisi terang tidak mengenal
bintang) , karenanya, disana tidak ada yang namanya meramal dengan rasi bintang,
dan juga tidak ada istilah istilah zodiak, akibatnya mereka membuat istilah
baru “Zodiam”
SEMOGA MEMBERI WAWASAN DAN MENGHIBUR. JANGAN LUPA SHARE...
SEMOGA MEMBERI WAWASAN DAN MENGHIBUR. JANGAN LUPA SHARE...






Nice artikel na...
BalasHapusterimakasih atas dukungannya
BalasHapusserem juga daerah siang panas dan daerah malam gelap :o
BalasHapus