A. Bangkitya Islam
Kejayaan dalam bidang ilmu, ekonomi, wilayah, dan peradaban pernah
berada dalam genggaman umat islam. Betapa sinar emasnya dapat dilihat oleh umat
lain dari ribuan kolimeter jauhnya kala itu. Bukan hanya pada jazirah arab
saja, kekuasan islam meluas sampai daerah Andalusia (semenanjung Iberia
Spanyol), daerah yang mulanya dikuasai oleh Raja Roderick dari visighot, rakyat
andalus diperlakukan tidak sesuai haknya sebagai rakyat yang perlu dilindungi
secara militer dan sipil, mereka ditindas dan didzalimi oleh para raja dan kaum
bangsawan. Hingga akhirnya panglima muda Thariq bin Ziyad, berdasarkan perintah
dari gubernur Maghribi Musa bin
Nushair untuk membebaskan rakyat andalus dengan jalan peperangan. Tanggal 19
juli 711, pasukan Thariq bin Ziyad mampu menancapkan panji bulan bintang
setelah pertempuran yang menentukan di guadalete, atas pencapainnya, namanya
diabadikan dengan dijadikan nama sebuah bukit di semenanjung Iberia Spanyol,
Jabal at-Thariq, dalam lidah barat dikenal dengan nama Gibraltar!
Kemenangan
Thariq bin Ziyad adalah tonggak dimulainya pencerahan didunia eropa. Dibawah
kerajaan islam, agama yahudi, Kristen dan islammampu hidup berdampingan secara
harmonis bagaikan tiga sahabat dalam satu tempat tidur selama 600 tahun. Orang-
orang Yahudi mengalami kebangkitan spiritual dan cultural di spanyol. Mereka
menimba mutiara ilmu dari para cendekiawan Muslim dan mereka tidak menjadi
korban kebencian dari para penguasa Kristen seperti terjadi di belahan Eropa
lainnya. Ssitem pemerintahan islam yang bersifat desentralisasi telah
memberikan kesempatan kepada setiap wilayah untuk mengembangkan
perekonomiannya.
Sehingga dalam
waktu yang relatif singkat, hampir seluruh wilayah Andalusiaberada dalam
kemakmuran dan keadilan yang luar biasa. Para jawar filsafat dan ilmu
pengetahuan lainnya menyumbangkan begitu banyak khazanah keilmuan yang sangat
dikagumisampai saat ini. Pengaruh mereka melahirkan manusia-manusia yang ingin
menjadikan hidup ini lebih bermakna. Mereka mempelajari fiqih dan hokum
syariat. Tetapi merekapun tidak menjadikan hukum fiqih mandul dan memenjarakan
kebebasan berfikir. Fiqih dijadikan panduan yang benar-benar dapat mendorong
hidup kreatf dan membumi.[1]
Para
sejarawan. telah bersepakat bahwa pada zaman itu kerajaan islam berperan
sebagai Superpower yang mengawali peradaban modern selanjutnya. Superpower
islam dimotori oleh dua kutub yaitu di timur (al-masyriq) dipeloroi Baghdad dan
di barat (al-maghribi) dipelopori oleh Andalusia dan Damaskus. Ilmu pengetahuan,
teknologi, dan filsafat dikembangkan. Pintu ijtihad dibuka lebar. Tidak ayal
lagi Andalusia adalah mata rantai bahkan pelopor yang mengantarkan lahirnya
peradaban modern sebagaimana yang kita saksikan hari ini. Ajaran mulia Al-Quran
telah melahirkan budaya toleransi yang belum pernah dialami bangsa-bangsa
sebelumnya. Dari situlah lahir
cendekia cendekiawan Andalusia yang mampu mempengaruhi pemikiran para filsuf
yahudi maupun Kristen. Siapa saja mereka?
a.
Abu Qasim az-Zahrawi (936-1013)
Seorang
dokter ahli bedah (surgeon). Bahkan karena kesungguhan dan inovasinya di bidang
bedah, ia disebut sebagai “the father of surgery)
b.
Ibnu Tufail (1105-1185)
Lahir
di Guardix (kota kecil di Granada Andalusia), dibarat disebut dengan nama
Abubacer Aben Tofail. Ia dikenal sebagai seorang ahli filsafat hokum,
politikus, dan ahli medis.
c.
Ibnu Rusyd (1126-1198)
Lahir
di Cordova, dikenal di dunia barat dengan nama Averroes. Ia sosok cendekiawan
yang multitalenta. Ia ahli dalam bidang matematika, astronomi, pengobatan, dan
hokum. Ibnu Rusyd lebih dikenal sebagai seorang filsuf yang paling berbinar.
d.
Ibnu ‘Arabi (1165-1240)
Lahir di kota Murcia,
Ibukota Andalusia Timur. Beliau adalah seorang tokoh sufi. Ia mendapatkan gelar
kehormatan syaikhul akbar (the
Greatest Master)
e.
Ibnu Bajjah (1082-1138)
Lahir
di kota saragosa, di barat dikenal dengan nama Avempace. Sosok cendekiawan
Andalusia dengan multitalenta yang mengagumkan. Ia seorang saintis, filsuf,
astronom, musisi, psikolog, bahkan seorang sastrawan dan penyair yang puisinya
mampu menggetarkan para pembacanya.
B. Jatuhnya Islam
Jika di bagian
timur (al-Masyriq) jatuhnya islam dikarenakan ditaklukannya Baghdad oleh orang
Kristen, lenyapnya khazanah ilmu dan kejayaan Andalusia disebabkan pemimpin
umat yang serakah dan haus kekuasaan. Masing-masing provinsi menunjukkan
“ke-akuan, ananiyah, egoisme” sebuah penyakit yang membawa pada perpecahan dan
kehancuran.
Pada 2 Januari
1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnya kepada Los Reyes Catholicos (Kerajaan
Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan
islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukannya Algarve oleh Alfonso
III. Kekalahan pihak islam kemudian diikuti oleh penganiayaan dan pengusiran
terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol yang menjadi awal duka yang
berkepanjangan bagi umat islam. Tiga bulan kemudian atau tepatnya 11 Maret
1492, Ferdinand dan Isabella
menandatangani perintah pengusiran (edict of explusion) yang dibuat untuk
membersihkan spanyol dari umat islam dan yahudi. Mereka diberi dua pilihan,
dibaptis masuk Kristen ata dideportasi.
Hingga pada 18
Desember 1449, Xardinal Ximenes, membaptis secara paksa 3000 orang moor dan
mengubah masjid menjadi gereja. Orang moor yang telah dibaptis diminta untuk
menyerahkan Alquran dan buku bacaan lainnya yang bertuliskan arab kemudian
dibakar di depan umum dengan disaksikan langsung Xardinal Ximenes. Sedangkan
buku-buku langka berkaitan dengan pengetahuan pengobatan disisihkan untuk
perpustakaan Universitas Alcala.
Umat islam
yang memiliki iman yang kuat melarikan diri dengan bermigrasi ke daerah maroko,
sedangkan sebagian kecil mereka menjadi orang Kristen dengan panggilan Morisco.




Posting Komentar